Sarwono S.Sos., N.L.P, Didorong Maju di Pilkada 2029: Tebing Tinggi Mandiri Jadi Harapan -->
Cari Berita
TUTUP [X]
Contoh Iklan

Advertisement

Sarwono S.Sos., N.L.P, Didorong Maju di Pilkada 2029: Tebing Tinggi Mandiri Jadi Harapan

09 Oktober 2026


StatusRAKYAT.com, Tebing Tinggi - Nama Sarwono, S.Sos., N.L.P, mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kota Tebing Tinggi. 

Sosok yang memiliki perjalanan karier dari dunia jurnalistik, menekuni aktivitas sebagai trader, hingga menjabat sebagai kepala desa tersebut kini disebut-sebut mendapat dorongan dari sejumlah masyarakat etnis Tionghoa untuk maju sebagai calon Wali Kota Tebing Tinggi pada Pilkada 2029 mendatang.

Dorongan itu muncul dari harapan masyarakat terhadap pembangunan Kota Tebing Tinggi yang lebih maju, mandiri, dan memiliki kekuatan ekonomi sendiri. 

Bagi sebagian warga yang menyuarakan aspirasi tersebut, pengalaman Sarwono di sejumlah bidang kehidupan menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan, terutama dalam kaitannya dengan gagasan pembangunan, pengembangan ekonomi, serta penciptaan peluang usaha bagi masyarakat.

Asiong, salah seorang warga yang menyampaikan aspirasi tersebut, mengatakan bahwa pihaknya berharap Sarwono bersedia mempertimbangkan pencalonan sebagai Wali Kota Tebing Tinggi pada 2029. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan mengenai masa depan kota, termasuk bagaimana meningkatkan perekonomian, memperluas kesempatan kerja, dan membuka peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

“Harapan kami, Pak Sarwono bersedia maju pada Pilkada 2029. Kami ingin Tebing Tinggi berkembang menjadi kota yang mandiri, memiliki ekonomi yang kuat, serta mampu menarik banyak investor. 

Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Asiong saat menyampaikan pandangannya kepada sejumlah wartawan.

Perjalanan Sarwono di dunia jurnalistik juga menjadi bagian dari latar belakang yang disoroti para pendukungnya. Saat berkecimpung sebagai wartawan, termasuk melalui kiprahnya di Harian Perjuangan, ia disebut pernah mengangkat identitas Kota Tebing Tinggi sebagai Kota Lemang melalui tulisan jurnalistik. Gagasan tersebut berkaitan dengan upaya memperkenalkan ciri khas daerah sekaligus mendorong potensi lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

 Pengalaman di bidang jurnalistik itu kini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum menjalani aktivitas lain di luar dunia pers.

Selain pernah menjadi wartawan dan kepala desa, Sarwono juga disebut telah cukup lama menekuni aktivitas sebagai trader sebelum menjabat sebagai kepala desa. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan gagasan tentang pengembangan ekonomi, pengelolaan peluang usaha, dan pemanfaatan potensi daerah. 

Meski demikian, masyarakat tentu perlu melihat bagaimana pengalaman tersebut nantinya diterjemahkan menjadi program pemerintahan yang terukur apabila ia benar-benar memutuskan maju dalam kontestasi politik mendatang.

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian masyarakat adalah mewujudkan Tebing Tinggi sebagai kota mandiri yang tidak semata-mata bergantung pada APBD. Kemandirian itu dapat diarahkan melalui peningkatan investasi swasta, penguatan UMKM, pengembangan sektor perdagangan dan kuliner, optimalisasi aset daerah, serta penciptaan iklim usaha yang transparan dan ramah investor. 

Penerapan konsep smart city juga diharapkan mampu memperbaiki pelayanan publik, mempermudah perizinan, dan meningkatkan transparansi tata kelola pemerintahan.

 Namun, kemandirian daerah bukan berarti meniadakan APBD atau bantuan pemerintah pusat, melainkan memperkuat kemampuan ekonomi dan pendapatan asli daerah agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Aspirasi yang disampaikan sejumlah masyarakat tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi lokal menjelang Pilkada 2029. 

Jika Sarwono benar-benar memutuskan untuk maju, publik tentu menantikan pemaparan visi, misi, serta program kerja yang jelas dan realistis, termasuk langkah konkret untuk menarik investor, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. 

Pada akhirnya, gagasan tentang Tebing Tinggi yang mandiri perlu diuji melalui rencana yang terukur, keterbukaan terhadap kritik, dan komitmen terhadap kepentingan seluruh warga. 

Sementara itu, dukungan yang berkembang saat ini masih merupakan aspirasi sebagian masyarakat dan belum dapat dianggap sebagai gambaran sikap seluruh warga Kota Tebing Tinggi. (red)