Polres Karo Resmi Terima Laporan Penganiayaan Yang dilakukan Oknum Polisi
Cari Berita

Advertisement

Polres Karo Resmi Terima Laporan Penganiayaan Yang dilakukan Oknum Polisi

6/11/19

StatusRAKYAT.com, Tanah Karo -  Laporan pengaduan korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi Polres Tanah Karo tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/327/V/2019/SU/Res T Karo,tanggal 31 Mei 2019. Yang mana Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo telah resmi menerima laporan pengaduan Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo, Suharja Sinuraya (32).

Polres Tanah Karo dalam menyikapi kasus ini sepertinya tidak mau main-main, apalagi dalam kasus ini diduga melibatkan oknum dari Sat Sabhara Polres Tanah Karo.

Untuk menuntaskan kasusnya Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). SP2HP tersebut bernomor : B/157/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019.
Sehubungan tentang dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 Jo 351 dari KUHPidana yang terjadi pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2019 sekira pukul 02.00 dini hari di Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo.

Juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe. SPDP bernomor : B/138/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019, atas nama Kepala Kepolisian Resor Tanah Karo,Kasat Reskrim selaku penyidik AKP Rasmaju Tarigan,SH.

Suharja Sinuraya didampingi ibu kandungnya dan Ketua Yayasan Anak Bangsa yang bergerak dalam rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba , Thomas Sinuhaji kepada sejumlah awak media  di Kabanjahe Senin (10/06) 2019 seusai memberikan keterangan di Polres Karo menyampaikan bahwa terjadinya kasus penganiayaan hanya masalah sepele.

Menurut keterangan Suharja, malam kejadian saya (korban) bersama dengan Ari Suheri (20) warga Desa Mulawari sedang minum di lapo tuak "Nini Tambak" Tiga Panah. Kemudian saya berjalan dari meja saya hendak menghampiri waiters bermaksud menanyakan namanya. Pada saat bersamaan kami saling senggolan secara tidak sengaja," jelas Suharja.

Gak tahu kau rupanya aku polisi,sambil mengeluarkan pistol," kata Suharja menirukan ucapan oknum tersebut.  Mendengar pernyataannya bahwa dia oknum Polisi maka ia langsung mohon maaf. "Kalau kam memang Polisi saya mohon maaf lah bang," kata Suharja mengingatkan ucapannya.

Tetapi permintaan maaf tersebut sepertinya tidak digubris terduga pelaku dan terus saja mempermasahkan senggolan tersebut. Bahkan menantang saya duel satu lawan satu diluar lapo tuak," beber Sinuraya menirukan situasi pada saat itu.

Sampai di luar lapo tuak oknum tersebut menempelkan pistolnya ke kepala saya,"jelas Harja . Untuk menghindari kejadian semakin menjadi-jadi kata Harja ,"dia  bersama rekannya langsung beranjak dari lapo tuak untuk pulang kerumah.

Sampai depan rumah tiba-tiba saya dipepet dua mobil yaitu satu mobil Avanza dan yang satunya lagi mobil patroli double Kabin.

Sejurus kemudian dua orang yang turun dari mobil double Kabin dengan berpakaian Polisi langsung memukuli saya dan mengatakan saya sekarang harus dibawa ke Polres Karo, dan harus tes urin," beber Sinuraya menceritakan  kejadian pada dini hari itu.

Diakui korban (Suharja)  dini hari itu dia bukannya dibawa ke Mapolres Karo tetapi kelapangan Samura Kabanjahe.

Dilapangan Samura diakuinya dia tidak hanya dipukuli oknum yang berseragam Polisi tetapi juga dipukuli oleh lima orang berpakaian sipil, "ungkapnya.

Ibu kandung korban K Br Perangin-angin (54) menerangkan pada awak media saat kejadian ribut-ribut didepan rumahnya, dia keluar dan melihat anaknya dibawa oleh orang berseragam Polisi , dan mereka mengatakan anaknya akan dibawa ke Polres Tanah Karo.

Terang Ibu korban lagi,  melihat kejadian itu tak berselang lama saya langsung menuju Polres setelah memangil anak saya Jefry Sinuraya dan bapak udanya untuk melihat dia (Suharja).

Sesampai di Polres kami menanyakan keberadaan anak saya ke salah seorang petugas disana dan mengatakan bahwa “anak saya sudah dipulangkan, setelah mendegar itu kami langsung beranjak pulang, tepat di simpang Samura kami melihat Suharja sudah berlumuran darah bersama rekannya dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk diobati dan divisum,"bebernya.

dimohon kiranya kasus penganiayaan terhadap anaknya dibuat menjadi terang benderang. “Saya mohon dengan sangat persoalan anak saya ini diusut sampai tuntas  hukumlah yang bersalah, Kalau kasusnya tidak selesai di sini saya akan melapor ke Kapoldasu ,Kapolri dan Kompolnas ,"ungkap ibu Suharja.

Sementara itu,Ketua Yayasan Anak Bangsa,Thomas Sinuhaji yang mengaku bahwa Suharja Sinuraya adalah merupakan kadernya mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut, " Saya mau dilakukan tes urin terhadap Sinuraya. Tetapi  oknum yang diduga melakukan penganiayaan juga harus dilakukan tes urin," tegas Sinuhaji. (SR05/red)