Berjuang Lawan Kanker Paru Stadium Empat, JKN-KIS Hadir Membantu -->
Cari Berita

Advertisement

Berjuang Lawan Kanker Paru Stadium Empat, JKN-KIS Hadir Membantu

29 Juni 2021
350


StatusRAKYAT.com, Tanah Karo
- Untuk memastikan rakyat Indonesia memiliki perlindungan kesehatan secara adil dan merata serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, BPJS Kesehatan bersama stakeholder terkait terus berupaya meningkatkan kualitas Program JKN-KIS. Hal ini yang dirasakan oleh Apul Ogenta Sitepu saat ditanya oleh wartawan ketika memperbaiki data kepesertaan Program JKN-KIS anggota keluarganya pada Jumat silam (18/06.2021).

Pada saat yang sama, pria 19 tahun ini sempat menceritakan kondisi Orangtuanya, (Harta Sitepu) yang sedang mengalami Kanker Paru stadium 4.

“Awalnya bapak cuma batuk-batuk biasa, tetapi setelah beberapa waktu batuknya tidak berhenti dan bahkan semakin parah. Saya berinisiatif membawa bapak ke Puskesmas Payung untuk memeriksakannya. Ternyata diberi rujukan ke RS Kabanjahe karena dokter menganggap ada yang tidak biasa dari paru-paru Bapak. Setelah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Kabanjahe, dokter mencurigai ada daging yang tumbuh di paru-paru Bapak. Untuk memastikannya, Bapak akhirnya dirujuk ke RS Murni Teguh Medan. Setelah dilakukan biopsi dan kemudian juga MRI, barulah Bapak didiagnosa menderita Kanker Paru stadium 4,” jelas Apul Sitepu ini.

Menjadi tulang punggung keluarga sejak Bapaknya tidak lagi dapat bekerja membuat Apul sangat bersyukur terdaftar sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sejak tahun 2018. Pria kelahiran tahun 2002 ini mengatakan bahwa mereka tak mengetahui bagaimana cara membiayai seluruh pengobatan yang dijalani orangtuanya jika saja tidak menjadi peserta Program JKN-KIS. Dirinya juga mengakui bahwa tidak ada uang yang dikeluarkan selama proses perawatan ayahnya di Puskesmas maupun di rumah sakit.

“Saya masih ingat, keluarga sempat kebingungan harus mengeluarkan biaya kurang lebih 40 juta untuk pengobatan almarhum nenek yang dulu juga sempat terkena Kanker. Sekarang melihat apa yang terjadi kepada Bapak, saya merasa sangat terbantu dan beruntung. Selama perobatan Bapak terkena Kanker Paru, yang saya pikirkan cuma ongkos angkot kerumah sakit, selebihnya ditanggung JKN-KIS, Alhamdulillah sekali,” tutur remaja yang berdomisili di Kecamatan Payung, Kabupaten Karo tersebut.

Apul menyadari betapa besarnya manfaat yang diperoleh saat dirinya dan keluarga berstatus aktif dalam Program JKN-KIS, terkhusus lagi dengan adanya bantuan iuran yang dibayarkan oleh Pemerintah. Ketika sakit tidak diketahui kapan datangnya, menjadi bagian dari Program JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif menjadi langkah antisipatif guna meminimalisir resiko finansial yang terjadi ketika sakit itu datang.

(Dvd _SR)

statusrakyat.com