StatusRAKYAT.com , Medan -Terkait Pembacokan yang dialami Ariandi Tampubolon (19), warga Jalan Medan-Batangkuis Pasar X, Dusun XV, Jalan Karya Kesuma, Desa Bandar Klippa, Kec Percut Seituan oleh Gank motor pada Minggu (13/3) dinihari, membuat M Asnawi, Kepala Dusun 15, Desa Bandar Klippa, Kec Percut Seituan angkat bicara, Rabu (23/3).
Menurut M Asnawi,saat ditemui dirumahnya, Rabu (23/3), mengatakan bahwa korban dan kelima temannya, benar warga setempat yang dinihari (13/3), mendapat penyerangan dari Gank motor hingga salah satu korban atas nama Ariandi Tampubolon mengalami pembacokan.
"Korban saat ini nongkrong di depan rumahnya sendiri bersama teman temannya dan mereka berenam itu memang warga sini dan bukan gank motor" ungkap M Asnawi.
Selanjutnya M.Asnawi kembali menuturkan bahwa selama ini korban dan teman temannya yang nongkrong di depan rumah korban, tak pernah membuat warga resah.
"Malah keberadaan mereka tersebut membuat rumah sekitar tempat mereka nongkrong aman akan keberadaan mereka, intinya mereka bukan orang luar apalagi gank motor, tapi warga setempat yang mendapati penyerangan dari Gank motor," terang M Asnawi
Sebelumnya diberitakan, pada Minggu subuh itu (13/3), korban yang saat itu bersama teman temannya sedang bermain gitar di depan rumah, tiba tiba didatangi sekitar puluhan pria yang mengendarai belasan sepeda motor.
Kemudian korban dan teman temannya yang tak tahu menahu, tiba tiba diserang para pelaku tersebut yang saat itu membawa senjata tajam jenis golok
Dengan membabi buta, para pelaku yang akhirnya membacok korban hingga mengalami luka pada telinga kanan dan tangan kiri yang nyaris putus.
"Saat itu adik saya mengalami luka para akibat perlakuan para pelaku yang berjumlah lebih 20 orang, sehingga adik saya mengalami pendarahan banyak, akhirnya dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan, itupun setelah ditolak pihak RS Haji Medan karena kondisi parah adik saya, sebab harus dilakukan operasi, karena telinga kanan adik saya nyaris putus dan tangan kiri adik saya saat ini beberapa jarinya tidak bisa digenggam,"ungkap Fitri Anisah.
Selanjutnya, setelah korban yang telah mengalami operasi hingga mengeluarkan biaya sekitar 50 juta dan hingga saat ini masih terbaring di RSUP H Adam Malik Medan, akhirnya (15/3), Fitri Anisah melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan dengan LP/B/846/III/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Poldasu, tanggal 15 Maret 2022.
"Berdasarkan keterangan adik saya dan teman temannya bahwa pelakunya bernama Mamek, Rozi Dwi, Rinaldo dan teman teman lainnya yang belum diketahui namanya," terang Fitri.
Menurut korban ketika dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (17/3), mengatakan bahwa dirinya diserang membabi buta oleh para pelaku.
" Saya ingat kejadian tersebut dan teman teman saya yang mengetahui kejadian itu, akhirnya mengetahui beberapa nama pelaku penyerangan dengan senjata tajam, namanya Mamek, Rozi, Dwi dan Rinaldo serta teman teman yang lainnya," kata Ariandi Tampubolon.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino ketika dikonfirmasi melalui WA, Kamis (17/3), mengatakan bahwa saat ini sedang ditangani SatReskrim Polrestabes Medan.
"Terima kasih
Sedang ditangani oleh SatReskrim," katanya.


