![]() |
| Konprensi Pers Kordum KOMPI Hasil Audensi tetap Menolak, Ancam Demo Jilid Dua Libatkan 10.000 Masa. |
StatusRAKYAT.com,Indramayu - Audiensi antara Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) dengan pihak terkait berlangsung tegang dan penuh perdebatan. Sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat pesisir dipertanyakan secara terbuka. Namun hingga forum berakhir, tidak ada titik temu yang dihasilkan, di Pendopo Indramayu Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Perwakilan KOMPI menyoroti keputusan yang dianggap minim transparansi dan terkesan dipaksakan tanpa melibatkan masyarakat terdampak. Suasana sempat memanas ketika argumen dari kedua belah pihak saling berseberangan tanpa kesepahaman.
Pembina KOMPI, H. Juhadi, menegaskan bahwa audiensi seharusnya menjadi ruang mencari solusi, bukan sekadar formalitas.
“Perjalanan aspirasi masyarakat ini diharapkan menjadi jembatan untuk menyampaikan berbagai persoalan, agar ke depan ada solusi yang nyata. Kita tentu tidak menginginkan situasi yang memanas atau konflik berkepanjangan,” ujar Juhadi.
Ia menambahkan, masyarakat menginginkan kehadiran negara yang berpihak pada rakyat.
“Yang kita harapkan adalah negara benar-benar hadir untuk masyarakat. Mudah-mudahan negara bisa berdiri lebih dulu membela kepentingan rakyat, bukan kepentingan pihak lain,” tegasnya.
Sementara Kordum Koalisasi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) Hatta, membutuhkan kejelasan, terutama terkait aturan atau pasal-pasal yang dinilai merugikan.
Hatta juga menegaskan bahwa gerakan KOMPI merupakan murni aspirasi masyarakat. Pihaknya mengantisipasi potensi gangguan dari pihak luar dengan menyiapkan satuan tugas (satgas) untuk menjaga kondusivitas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing. Jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta perkuat kerja sama antarwarga di tingkat desa hingga kecamatan,” katanya.
KOMPI mengaku telah menerima laporan dari sejumlah wilayah terkait potensi gesekan di lapangan.
Karena itu, masyarakat diminta tetap solid dan tidak terprovokasi.
Meski audiensi berlangsung alot, KOMPI menyatakan tetap membuka ruang dialog. Namun mereka menuntut adanya langkah konkret, bukan sekadar wacana.
Jika tuntutan tidak direspons, KOMPI mengisyaratkan akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar.
“Kami siap turun kembali dengan kekuatan lebih besar, bahkan hingga 10.000 massa,” tegas perwakilan KOMPI.
Sementara itu, pihak terkait belum memberikan keputusan final, sehingga audiensi ditutup tanpa kesepakatan. (Mutadi)


