Data Dipalsukan, Nama Dicatut Kredit Motor: Keluarga Korban Desak BAF Bertanggung Jawab -->
Cari Berita

Advertisement

Data Dipalsukan, Nama Dicatut Kredit Motor: Keluarga Korban Desak BAF Bertanggung Jawab

24 April 2026


StatusRAKYAT.com,Indramayu - Dugaan pemalsuan dokumen kembali mencuat. Kali ini, keluarga Jahusen menuntut pihak Bussan Auto Finance (BAF) atas penggunaan identitas anaknya, N (36), dalam pengajuan kredit sepeda motor tanpa sepengetahuan korban.

Kasus ini terungkap saat korban hendak mencairkan dana sertifikasi guru PPPK. Pihak bank justru menyatakan adanya tunggakan kredit atas nama dirinya.

“Setelah dicek, benar ada tunggakan di BAF. Tapi yang mengajukan bukan anak saya. Nama yang sebenarnya Turidah, bukan Nailah,” tegas Jahusen.


Keluarga menilai telah terjadi kelalaian serius dalam proses verifikasi oleh pihak leasing. Pasalnya, dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga diduga bisa digunakan oleh pihak lain hingga pengajuan kredit lolos.



Ironisnya, pihak BAF menyebut sistem mereka telah terhubung dengan data kependudukan (Disdukcapil). Namun fakta di lapangan justru menunjukkan adanya perbedaan identitas.

“Kalau benar terhubung, kenapa bisa lolos? Ini yang kami pertanyakan,” lanjut Jahusen.
Akibat kasus ini, korban mengalami kerugian serius, mulai dari terhambatnya pencairan hak sebagai tenaga PPPK hingga tekanan dalam kehidupan pribadi.

Di sisi lain, Koordinator Marketing BAF, Cecep yang dihubungi lewat WhatsApp mengakui adanya kemungkinan celah dalam proses verifikasi.

“Kami juga dirugikan. Ada kemungkinan data itu disalahgunakan oleh oknum saat pengajuan pinjaman lain. Kami akui mungkin ada kekurangan ketelitian,” ujarnya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar soal keamanan data pribadi dan lemahnya sistem verifikasi di lembaga pembiayaan.
Keluarga korban mendesak adanya tanggung jawab serta langkah hukum untuk mengungkap pelaku sebenarnya. (Mutadi)