StatusRAKYAT.com,Indramayu - Kematian Asep pedagang cilok “recing”, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Kuasa hukum keluarga korban, Ibnu Shaechu, menyatakan siap melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat demi mengungkap kebenaran dan menuntut keadilan. Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan tabur bunga dan doa bersama di wilayah Tukdana, Indramayu, Jumat (17/4/2026).
Ibnu Shaechu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus doa agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Selain mendoakan almarhum, kami juga memohon dukungan semua pihak agar keadilan untuk keluarga Pak Asidi bisa segera terwujud,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyoroti belum adanya kejelasan dalam penanganan kasus. Berdasarkan informasi kepolisian, lokasi kejadian (locus delicti) disebut berada di Desa Putri Dalem, Kabupaten Majalengka, sehingga menjadi kewenangan Polres Majalengka.
“Kalau memang locus-nya di Majalengka, kenapa sampai sekarang belum dilimpahkan? Ini yang menjadi pertanyaan kami,” tegasnya.
Ibnu juga menyinggung hasil autopsi yang dinilai belum mampu menjelaskan penyebab kematian secara pasti. Ia menyebut, meski tidak ditemukan tanda kekerasan, hal tersebut belum menjawab penyebab kematian korban.
“Hasil autopsi belum memberikan kejelasan. Tidak ada tanda kekerasan, tapi itu bukan berarti penyebab kematian sudah terungkap,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada keterangan dari ahli forensik yang dilibatkan secara resmi dalam penanganan kasus tersebut.
“Seharusnya ahli forensik dilibatkan agar penyebab kematian bisa dijelaskan secara ilmiah dan terang-benderang,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Indramayu Fraksi PKB, Kiki Arindi, turut menyampaikan duka sekaligus harapannya agar kasus ini segera menemukan titik terang.
“Semoga almarhum tenang dan kasus ini segera terselesaikan, sehingga motif kematiannya bisa diketahui,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan keluarga korban, khususnya ayah almarhum, Asidi yang menginginkan kejelasan atas kematian anaknya.
“Saya tanya ke Pak Asidi, apa yang diinginkan? Beliau hanya ingin keadilan dan mengetahui penyebab kematian anaknya yang dianggap janggal,” ungkap Kiki.
Menurutnya, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Ia mengaku telah menyampaikan keluhan keluarga kepada aparat penegak hukum.
“Mereka menyampaikan masih berproses. Kami minta agar ini benar-benar ditindaklanjuti secara serius,” katanya.
Pihak kuasa hukum berharap kepolisian segera mengambil langkah konkret, termasuk menghadirkan ahli forensik dan memperjelas kewenangan penanganan perkara. Jika tidak ada perkembangan signifikan, laporan ke Polda Jawa Barat akan segera dilakukan.
“Kami ingin kasus ini diungkap secara transparan. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” pungkas Ibnu. (Mutadi)



