![]() |
| Akso Pengelola Wisata Bali 2 Memperlihatkan surat Pernyataan Keluarga Korban |
StatusRAKYAT.com,Indramayu - Pengelola Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso membeberkan kronologi tenggelamnya seorang bocah di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026). Keterangan tersebut diperoleh dari hasil penelusuran dan pengakuan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.
Akso menjelaskan, saat kejadian kawasan Pantai Bali 2 sedang ramai pengunjung dengan jumlah sekitar dua hingga lima bus wisata.
Berdasarkan keterangan anak-anak yang bersama korban, terdapat empat orang anak yang datang ke lokasi.
"Informasi itu bukan dari pengetahuan saya sendiri, tetapi dari hasil saya bertanya langsung kepada anak-anak kelas lima SD yang bersama korban," ujar Akso.
Dari empat anak tersebut, tiga orang diketahui sempat bolak-balik melintasi jalur samping atau jalan tikus. Sementara satu anak lainnya ikut mengantar korban ke rumah sakit.
Menurut Akso, keberadaan ketiga anak yang beberapa kali keluar masuk area pantai sempat menjadi tanda tanya. Ia menyebut pihak pengelola tetap bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di wilayah Pantai Bali 2, meskipun para pengunjung masuk melalui jalur samping.
Akso mengaku telah berupaya membantu keluarga korban sejak awal kejadian. Bahkan, menurutnya pihak keluarga sempat meminta maaf dan tidak menyalahkan pengelola.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.
"Menurut keterangan keluarga dan teman-temannya, korban tidak bisa berenang dan tidak pernah bermain terlalu jauh ke tengah laut," katanya.
Akso menuturkan, sebelum korban ditemukan, salah seorang teman korban bernama Pata, sempat berusaha memberikan pertolongan tanpa sepengetahuan pengelola. Namun karena kondisi korban cukup berat, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil.
Dari keterangan saksi, sempat ada seorang pria berpakaian putih yang meminta tolong. Namun teman-teman korban mengira situasi tersebut hanya bercanda sehingga pertolongan tidak segera dilakukan.
Setelah mengetahui korban benar-benar hilang, para pedagang dan tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turut menyelam untuk membantu.
Korban akhirnya ditemukan di sekitar bebatuan pantai. Akso mengaku ikut turun ke laut untuk membantu proses evakuasi hingga mengalami luka pada kaki akibat banyaknya batu di lokasi.
Korban kemudian diberikan pertolongan pertama berupa napas buatan sebelum dilarikan ke RSUD Indramayu. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Soal ajal dan kematian itu urusan Tuhan," ucap Akso.
"Apapun konsekuensinya, kami tetap membantu korban yang mengalami musibah di wilayah Pantai Bali 2," pungkasnya. (Mutadi)




