Tarigan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Bertengkar Dengan Istri -->
Cari Berita

Advertisement

Tarigan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Bertengkar Dengan Istri

29 Mei 2022


StatusRAKYAT.com , Tanah Karo - Personil Polsek Tigabinanga melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan sesosok mayat laki laki gantung diri, yang terjadi pada hari Sabtu (28/05.2022) sekira pukul 06.30 WIB di Jln. Kapten Bangsi Sembiring Kel. Tigabinanga kec. Tigabinanga Kab. Karo. 

NY. Tarigan (34) adalah sosok mayat yang ditemukan di TKP sudah tak bernyawa dalam keadaan gantung diri, merupakan seorang Supir, warga Dusun Kuala Baru Kel. Tigabinanga Kec. Tigabinanga Kab. Karo. 

Peristiwa penemuan mayat NY. Tarigan tersebut dibenarkan Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, S.H, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Tigabinanga AKP Idem Sitepu, S.H, M.H "saat ditemukan, NY Tarigan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat dan tergantung di besi Garasi di Pekan Lama Kec. Tigabinanga," terang Kapolsek. 

Lanjutnya," menurut keterangan saksi, Meliana Sari Br Tarigan (47), pada hari Sabtu (28/05.2022) sekira pukul 06.00 WIB, saksi melihat ada seorang laki-laki yang tergantung di TKP, melihat hal tersebut saksi kemudian memanggil meminta tolong dengan memanggil masyarakat yang ada disekitar TKP dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tigabinanga. 

Setelah kita menerima informasi tersebut Kita bersama personil, langsung mendatangi TKP tersebut, sesampainya di lokasi, benar adanya, kita melihat seorang laki laki tergantung dengan memakai baju kaos warna putih bertuliskan HUGO SPORT dan celana jeans warna biru merek GABRIELLE di samping Mopen merek Sebayang dengan posisi tali terikat di leher korban," terang Kapolsek.

Petugas langsung mengevakuasi korban dengan menurunkannya dengan cara memotong tali yang terikat ke besi dan langsung membawa korban ke Puskesmas Tigabinanga untuk dilakukan Visum Et Repertum dan menghubungi keluarga korban. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Tigabinanga, tidak ada ditemukan tanda tanda akibat kekerasan fisik dan pada bagian alat kelamin korban mengeluarkan sperma. Menurut keterangan istri korban K Br Sebayang, bahwa sebelum kejadian gantung diri tersebut korban sempat ada bertengkar dengan istrinya.

Keluarga korban merelakan kejadian yang telah terjadi dan bermohon kepada petugas untuk jenazah korban agar tidak di otopsi, dan akan langsung dimakamkan, sehingga sekira pukul 08.30 WIB, Petugas serahkan korban  kepada pihak keluarga, pada saat itu langsung kepada istrinya," terang Kapolsek Tigabinanga ini.

(D'vd)

statusrakyat.com