StatusRAKYAT.com,Indramayu - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mengimbau seluruh kader PPP untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 DPW PPP Jawa Barat di Hotel Swiss-Belinn Indramayu, Rabu (4/2/2026).
Mardiono menilai dunia saat ini tengah berada dalam kondisi tidak stabil akibat banyaknya konflik yang terjadi di berbagai negara. Dari sekitar 195 negara di dunia, lebih dari separuhnya terlibat konflik baik antarnegara maupun konflik internal, yang berdampak luas pada sektor sosial, politik, dan ekonomi global.
Ia juga menyinggung perubahan sikap negara-negara maju terhadap sistem perdagangan bebas yang dulu mereka gagas. Menurutnya, kini banyak negara justru menerapkan tarif tinggi demi melindungi kepentingan domestik akibat tekanan ekonomi dan meningkatnya pengangguran.
Dalam konteks Indonesia, Mardiono menekankan masih tingginya ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis seperti gandum dan pupuk. Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada pasokan gandum dan pupuk, sementara konflik di Timur Tengah memengaruhi stabilitas energi dunia.
“Kita banyak mengkonsumsi produk berbahan gandum impor, sementara negara pemasoknya kini terdampak konflik. Ini tentu berpengaruh pada harga dan ketersediaan pangan,” ujar Mardiono.
Melalui forum Muswil ini, Mardiono mengajak seluruh kader PPP untuk menjadikan ketahanan pangan sebagai agenda perjuangan utama. Ia menegaskan bahwa pangan bukan hanya isu pertanian, tetapi bagian penting dari kedaulatan dan ketahanan bangsa di tengah dinamika global. (Mutadi)



