StatusRAKYAT.com,Indramayu - Kesabaran warga blok Suryanegara, Desa Karangampel Kidul, akhirnya mencapai batas. Sebuah kafe dengan live music yang berdentum hingga larut malam diduga dibiarkan beroperasi tanpa penindakan, meski sudah berkali-kali dikeluhkan, Minggu (28/3/2026).
Suara musik keras yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB bukan hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga mencederai kekhusyukan ibadah. Ironisnya, lokasi kafe tepat berada di tengah permukiman dan berdekatan dengan Masjid Mujahidin serta Mushola At Taubat.
Lebih memprihatinkan, aktivitas tersebut tetap berlangsung selama bulan Ramadan.
Sudah Dilaporkan, Tapi Tetap Jalan
Warga mengaku telah melayangkan aduan resmi lengkap dengan puluhan tanda tangan ke Satpol PP Kabupaten Indramayu. Namun hasilnya nihil kafe tetap beroperasi seperti biasa.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar: ada apa dengan pengawasan aparat?
“Laporan sudah kami sampaikan. Tapi tidak ada tindakan. Seolah-olah ini dibiarkan,” ujar Udin, warga setempat.
Dugaan Pembiaran Menguat
Minimnya respons dari Plt Camat Karangampel dan jajaran ketertiban umum membuat warga menduga adanya pembiaran.
Padahal, aturan terkait ketertiban umum dan batas kebisingan seharusnya menjadi dasar penindakan.
“Kalau memang melanggar, kenapa tidak ditindak? Kalau tidak melanggar, tolong dijelaskan ke publik,” kata warga lainnya.
Ramadan Tetap Bising, Warga Geram
Alih-alih menghormati bulan suci, aktivitas hiburan malam justru tetap berjalan. Warga menilai hal ini sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap lingkungan sosial dan keagamaan.
“Ini bukan soal usaha, tapi soal etika dan aturan. Ramadan saja tetap bising, ini keterlaluan,” tegas warga.
Warga kini memberikan ultimatum kepada pemerintah daerah
Satpol PP segera lakukan sidak
Hentikan live music yang melanggar
Evaluasi izin operasional kafe
Jamin ketenangan lingkungan
Jika tidak ada langkah tegas dalam waktu dekat, warga menyatakan siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melakukan aksi lanjutan.
“Kalau dibiarkan terus, kami tidak akan diam,” tandas warga.
“Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya respons maupun tindakan nyata dari aparat penegak hukum dan Satpol PP, meski persoalan ini telah lama dikeluhkan warga.” (Janh


