Terkait Maraknya Galian C Ilegal, Aliansi Masyarakat Taput Peduli Lingkungan Akan Lakukan Unjuk Rasa Damai -->
Cari Berita

Advertisement

Terkait Maraknya Galian C Ilegal, Aliansi Masyarakat Taput Peduli Lingkungan Akan Lakukan Unjuk Rasa Damai

14 Desember 2021


StatusRAKYAT.com , Tapanuli Utara -
Maraknya galian C Ilegal di wilayah Tapanuli Utara, Aliansi Masyarakat Taput Peduli Lingkungan dalam waktu dekat akan melakukan unjuk rasa damai ke Kantor DPRD Taput, Kantor Polres Taput dan Kantor Bupati Taput. Pasalnya galian C yang diduga tidak mengantongi izin dari pihak Pemerintah sudah banyak merusakan lingkungan, seperti jebolnya bantaran sungai Situmandi yang dekat pemukiman masyarakat.
       
Ketua Aliansi Masyarakat Taput Peduli Lingkungan Amir Hutabarat mengungkapkan, aksi unjuk rasa tersebut untuk menghentikan galian C yang diduga Illegal yang semakin menjamur di Hutagalung - Pansurnapitu. "Kami Aliansi Masyarakat Taput Peduli Lingkungan menuntut pemberhentian aktivitas dan pengusutan tambang pasir illegal di bantaran sungai Situmandi"jelas Amir. Amir juga mengatakan akibat galian c tambang pasir di Hutagalung - Pansurnapitu sudah menimbulkan kerusakan ekologi. Dia menilai tak pernah ada tindakan tegas terhadap aktivitas ini dari istansi terkait. "Kita sudah sepakat dengan masyarakat yang tinggal dekat pinggiran sungai Situmandi rencana nya akan melakukan aksi unjuk rasa damai hari kamis (16/12) 2021 ke kantor DPRD, kantor Polres dan Kantor Bupati Taput. Besok kita akan sampaikan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa damai kita ke Polres Taput dan tetap akan menerapkan protokol kesehatan"terangnya.
   

   
S Hutabarat (14/12) warga yang tinggal dekat sungai Situmandi mengatakan sudah seharusnya dan sepatutnya aktivitas galian c (tambang pasir ) yang tidak memiliki izin dari pemerintah pihak terkait agar melakukan penghentian, dimana bronjong yang dulu dibangun oleh Pemerintahan Propinsi Sumut hampir semua ambruk, akibat penyedotan pasir yang saat ini terus berlangsung dengan menggunakan mesin dompeng ukuran besar. "Lihat saja pak, bronjong dekat kampung ini sudah turun semua, bahkan sudah ada yang hancur. Kami sangat waspada jika turun hujan lebat yang membuat debet air bertambah, apalagi saat ini musim penghujan"ungkapnya. Dia juga sepakat bersama masyarakat akan ikut melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Taput, Kantor Polres dan juga Kantor Bupati Taput, dan bila penting ke kantor Gubernur Sumut. 
       
Sementara itu P Lumbangaol Pemerhati lingkungan mengatakan akibat penambangan pasir yang ada di Hutagalung - Pansurnapitu tanggul sungai sudah banyak yang longsor, padahal dekat pemukiman penduduk. "Ini harus dihentikan segera, sebelum bencana dasyat terjadi. Pemerintah sudah seharusnya menghentikan galian c tambang pasir tersebut. "Memang pemerintah dan pihak terkait sudah pernah melakukan penertiban, tapi saya anggap tidak begitu serius, buktinnya masih terus berjalan galian c tambang pasir. Saya mengira ada udang dibalik batu, yaitu ada oknum yang berkepentingan dibalik tambang galian c illegal tersebut yang saat ini sudah menjamur"tandasnya. (TH)