StatusRAKYAT.com,Indramayu - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan becak listrik gratis kepada para tukang becak lansia Indramayu yang disebut sebagai Pahlawan Keluarga, dalam acara yang digelar di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Kamis (13/11/2025).
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Letjen TNI (Purn) Teguh Arief I, Budiman Sudjatmiko, Zaedi Rina, Bupati Lucky Hakim, Ketua DPRD Indramayu Hj. Nurhayati, Yudi Syamhana, para camat se-Kabupaten Indramayu, serta para penerima manfaat.
Ketua Yayasan GSN, Letjen (Purn) Teguh Arief I, menyampaikan bahwa program becak listrik ini diprioritaskan bagi pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas. Selanjutnya, bantuan akan diperluas bagi pengemudi usia di bawahnya hingga seluruh pengemudi becak bisa menerima.
Teguh menjelaskan bahwa gagasan becak listrik berawal ketika Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat itu, beliau melihat seorang pengemudi becak berusia 70 tahun masih mengayuh becak untuk mencari nafkah.
“Beliau terenyuh, merasa tidak tega. Dari situ muncul keinginan membantu agar para pengemudi becak lanjut usia tidak bekerja terlalu berat,” ungkap Teguh.
Prabowo kemudian menugaskan PT LEN untuk membuat modifikasi becak yang lebih ringan dan mudah dikendalikan. Becak listrik tersebut hanya membutuhkan 20–25% tenaga manusia dibandingkan becak konvensional.
Keunggulan Becak Listrik
Menurut Teguh, becak listrik memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya:
Lebih ringan dikemudikan, minim biaya perawatan, menggunakan baterai dan bebas emisi, ramah lingkungan, cocok untuk kawasan perkotaan dan wisata.
“Selain pengemudi becak, pelaku usaha wisata dan transportasi lokal juga dapat memanfaatkannya,” tambahnya.
Tentang Yayasan GSN dan Pendanaan Program
Yayasan GSN didirikan Prabowo Subianto pada 24 Agustus 2024 untuk melengkapi program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, terutama di kawasan yang belum tersentuh bantuan.
Hingga saat ini, Yayasan GSN telah mendistribusikan 2.100 unit becak listrik di berbagai daerah di Indonesia.
Target distribusi becak listrik nasional:
2025: 10.000 unit
2026: 30.000 unit
Produksi melibatkan PT. Pindad dan perusahaan-perusahaan lain bila diperlukan. Daerah yang memiliki kemampuan produksi, termasuk Indramayu, juga berpeluang ikut berpartisipasi.
Seluruh biaya pengadaan, produksi, dan distribusi ditanggung pribadi oleh Presiden Prabowo Subianto, bukan dari APBN.
Distribusi Becak Listrik Tahun 2025
Total 1.000 unit becak listrik akan disalurkan sepanjang tahun 2025, dengan rincian:
Kendal 150 unit, Demak 100 unit, Jepara 100 unit, Pati 60 unit, Kudus 80 unit, Rembang 100 unit, Tangerang 150 unit, Bekasi 120 unit, Indramayu 100 unit.
“Jika sebelumnya hanya mampu menarik tiga penumpang dalam tiga jam, dengan becak listrik pendapatan dapat meningkat berlipat karena operasionalnya jauh lebih ringan,” jelas Teguh.
Harapan Presiden Prabowo Subianto
Harapan, Presiden Prabowo berharap beban fisik pengemudi becak lansia dapat berkurang, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka bertambah," tutupnya. (Mutadi).


