MPM Unwir Indramayu Gelar Aksi Unjuk Rasa, Sampaikan Tiga Tuntutan -->
Cari Berita

Advertisement

MPM Unwir Indramayu Gelar Aksi Unjuk Rasa, Sampaikan Tiga Tuntutan

19 Mei 2026

Mahasiswa UNWIR Indramyu Gelar Aksi Unjuk Rasa, Sampaikan Tiga Tuntutan

StatusRAKYAT.com,Indramayu - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa yang dikomandoi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, Dhanu Achmad Firmansyah, menyampaikan tiga tuntutan utama dalam aksi yang digelar di halaman kampus Unwir Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026).

Tiga tuntutan tersebut meliputi transparansi anggaran, perbaikan sarana dan prasarana kampus, serta kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya uang sebesar Rp2,3 miliar sebagaimana disebut dalam hasil audit Irjen.

Ketua MPM Unwir Indramayu, Dhanu Achmad Firmansyah mengatakan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar pada 13 Mei lalu. Saat itu, pihak yayasan menjanjikan kehadiran unsur pembina dan pengawas yayasan dalam audiensi lanjutan.

Dhanu  Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UNWIR Indramayu

“Untuk tuntutan hari ini sebenarnya merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya tanggal 13 Mei. Pihak yayasan mengatakan bahwa tanggal 19 ini Prof Ujang, Prof Ipong, pembina, pengawas, serta pengurus yayasan akan hadir sebagai jaminan moralitas. Namun kenyataannya hari ini yang hadir hanya pengurus dan pengawas saja, sedangkan Prof Ujang dan Prof Ipong tidak hadir,” ujarnya.

Dhanu menilai ketidakhadiran unsur pembina membuat mahasiswa mempertanyakan komitmen moral pihak yayasan dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan kampus.

“Maka dari itu sulit untuk mengatakan bahwa pembina yayasan ini memiliki moral. Kami membawa tiga tuntutan, yaitu transparansi anggaran, perbaikan sarana prasarana, dan kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang sebesar Rp2,3 miliar sesuai audit Irjen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak yayasan kembali menjanjikan akan menggelar audiensi lanjutan pada Selasa pekan depan dengan menghadirkan Prof Ujang dan Prof Ipong.
“Kita lihat saja nanti ke depannya. Kalau memang tidak ada kejelasan, kemungkinan besar akan ada aksi lagi,” tegas Dhanu.

Menurutnya, mahasiswa juga meminta sejumlah data terkait persoalan keuangan kampus. Namun dokumen yang diberikan dinilai masih rancu lantaran belum ditandatangani oleh pihak terkait.

“Sebenarnya tadi juga kita minta data-data, tetapi Prof Ujang belum menandatangani, Pak Darsono juga belum menandatangani. Jadi data ini masih rancu karena belum ada tanda tangannya,” katanya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Unwir Indramayu, Dr. H. Dudung Indra Ariska, SH., MH., menyampaikan bahwa pihak yayasan akan berupaya memenuhi tuntutan mahasiswa, khususnya terkait perbaikan sarana dan prasarana kampus.


“Kalau saja komitmen dari rektor yang lalu dengan ketua pembina bisa bertemu dan menyampaikan apa yang harus disampaikan, hal ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

Dudung mengakui selama tiga tahun terakhir yayasan mengalami kesulitan keuangan sehingga pembangunan kampus terhambat. Hal itu disebabkan adanya kewajiban pengembalian dana KIP kepada mahasiswa sebesar Rp2,3 miliar.

“Selama tiga tahun kita tidak punya dana untuk pembangunan karena universitas harus mengembalikan uang KIP kepada mahasiswa. Jumlahnya tidak sedikit, Rp2,3 miliar, sehingga kami tidak bisa melakukan pembangunan,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan yayasan akan mulai melakukan perbaikan infrastruktur kampus dalam waktu dekat.
“Karena itu kewajiban yayasan untuk memperbaiki sarana dan prasarana termasuk jalan di dalamnya, maka dalam satu bulan ke depan kita akan mulai lakukan perbaikan,” katanya.

Dudung juga menegaskan bahwa pihak yayasan tidak alergi terhadap kritik maupun aspirasi mahasiswa dan siap bersikap responsif terhadap tuntutan yang disampaikan.

“Apa yang disampaikan mahasiswa silakan ditulis apa adanya. Yayasan tidak alergi terhadap kritik dan akan responsif terhadap apa yang mereka minta,” tandasnya. (Mutadi)