![]() |
| Toko yang kena Pembobolan Pencuri di Pasar Baru Imdramayu |
StatusRAKYAT.com,Indramayu - Kondisi Pasar Baru Indramayu yang tengah sepi pengunjung dan berdampak pada menurunnya omzet pedagang, kini diperparah dengan aksi pencurian yang menyasar sejumlah kios. Sedikitnya enam toko dilaporkan menjadi korban pembobolan di kawasan Pasar Baru Indramayu pada Jumat (18/6/2026).
Peristiwa tersebut memicu keresahan para pedagang yang meminta adanya peningkatan sistem keamanan di lingkungan pasar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, aksi pencurian diduga terjadi sekitar Ba'da Magrib pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB saat kondisi pasar relatif sepi. Pelaku diduga memanfaatkan minimnya pengawasan untuk membobol sejumlah toko dan membawa kabur barang dagangan milik pedagang.
Pemilik kios Ramika mengaku mengetahui tokonya telah dibobol saat datang ke pasar pada keesokan harinya.
"Pada malam Jumat sekitar jam tujuan lewat oknum mulai bergerak dalam keadaan pasar sedang sepi. Besoknya saya datang agak terlambat dan melihat kunci toko sudah terbuka semua," ujar Ramika.
Saat memeriksa isi toko, ia mendapati dua dus minyak goreng merek Tropical telah hilang.
"Biasanya aman-aman saja, tapi sekarang sudah terjadi seperti ini. Harapan saya, petugas keamanan harus lebih aktif berkeliling. Kepala pasar juga harus tegas memerintahkan petugas keamanan untuk patroli secara bergiliran pada malam hari," ungkapnya.
Menurut Ramika, pedagang selama ini tetap membayar iuran keamanan sebesar Rp2.000 sehingga ia berharap pengamanan benar-benar ditingkatkan.
Ia menyebut toko yang menjadi korban pencurian antara lain miliknya, toko milik H. Darmawi, H. Ucup, Lilis Udin, H. Gondo, Buyung, serta toko milik Mas Iis.
Sementara itu, pemilik toko lainnya, H. Darmawi, mengatakan dirinya mendapati gembok tokonya sudah terlepas saat datang ke pasar sekitar pukul 04.00 WIB.
"Saya datang ke toko jam empat, kuncinya sudah tidak ada, sudah lepas," ujarnya.
Darmawi mengungkapkan barang yang hilang dari tokonya berupa satu pak minyak goreng merek Rizki, satu pak minyak merek Fitri, serta satu galon minyak curah.
"Ke depan keamanan harus diperketat. Petugas harus rutin berkeliling supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.
Selain Ramika dan H. Darmawi, pedagang lain yang turut menjadi korban di antaranya Haji Lilis, Haji Gondo, Buyung, serta Bawal.
Para pedagang berharap kasus tersebut segera terungkap agar aktivitas perdagangan di Pasar Baru Indramayu dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman. Belum diketahui secara pasti jumlah kerugian yang dialami para korban maupun identitas pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala Dinas terkait, Erpin, maupun Kepala Pasar Indramayu belum memberikan tanggapan. Saat ditemui di kantor, staf menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang mengikuti rapat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons. (Mutadi)



