StatusRAKYAT.com,Indramayu – Situs Kijebug Angrum Kigeden Pekandangan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar kegiatan Jamasan Pusaka Mbah Pekandangan dan Pusaka Sutajaya, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Drs. H. Sunardi, SH., M.Si. selaku BPD Desa Pekandangan, H. Dasuki selaku sesepuh sekaligus Juru Pelihara (Jupel), Nurdin selaku juru kunci, anak cucu Mbah Pekandangan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga Pekandangan.
H. Dasuki mengatakan, jamasan atau pencucian pusaka merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pemeliharaan benda-benda peninggalan sejarah.
“Jamasan ini setiap tahun dilakukan, tetapi tidak ditentukan tanggal dan harinya. Kalau pusaka sudah terlihat kotor, maka dilakukan pencucian,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu pusaka peninggalan Mbah Pekandangan berupa tombak yang jumlahnya mencapai sekitar 36 bilah. Selain tombak, terdapat pula sejumlah keris dan bedug yang menjadi bagian dari peninggalan situs.
“Kalau keris, yang masih ada dan yang sudah rusak jumlahnya sekitar sepuluh bilah,” katanya.
Sementara itu, Nurdi selaku juru kunci Situs Mbah Pekandangan menjelaskan, kegiatan basuh pusaka juga rutin dilaksanakan setiap tahun dan dikaitkan dengan tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Adapun sejumlah pusaka yang dibasuh antara lain Payung Agung, golok, keris, dan pedang.
“Harapannya pusaka ini tetap terpelihara dan bersih. Setiap tahun dibasuh sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya untuk anak cucu Mbah Pekandangan,” ucap Nurdi.
H. Dasuki menegaskan, kegiatan jamasan bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian benda-benda bersejarah dan budaya yang terdapat di Situs Kijebug Angrum Kigeden Pekandangan.
Ia berharap generasi penerus, khususnya anak cucu Mbah Pekandangan dan masyarakat sekitar, dapat terus menjaga, merawat, serta melestarikan peninggalan tersebut.
“Harapannya adalah pelestarian. Ini merupakan artefak yang patut kita lindungi, pelihara, dan lestarikan sebagai bagian dari cagar budaya,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan anak cucu Mbah Pekandangan turut hadir dan ikut menyaksikan prosesi jamasan pusaka.
Drs. H. Sunardi, SH., M.Si. selaku BPD Desa Pekandangan dan juga sebagai Penasehat Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu menyatakan siap mendukung upaya pelestarian budaya dan keberadaan Situs Kijebug Angrum serta peninggalan Mbah Pekandangan dan Mbah Sutajaya.
Menurutnya, keberadaan situs dan benda-benda pusaka tersebut merupakan bagian dari sejarah serta warisan budaya yang perlu dijaga bersama agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Pemerintah desa dan masyarakat harus bersama-sama mendukung serta melestarikan budaya yang ada di Situs Kijebug Angrum, termasuk peninggalan Mbah Pekandangan dan Mbah Sutajaya,” ujarnya. (Mutadi)




