Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan,
penerapan standar kebersihan, serta higienitas dapur SPPG berjalan sesuai
regulasi dan pedoman teknis yang berlaku dalam pelaksanaan Program Makan
Bergizi Gratis (MBG).
Rombongan LMP MBG dipimpin Sekretaris LMP MBG, M. Said Siregar, didampingi
Bendahara Dewi Budiati serta sejumlah pengurus, di antaranya Mustika Guna
Hasibuan dan Jafar Sidik.
Kedatangan rombongan disambut Kepala SPPG Kota Matsum IV, Metro Sitepu,
S.Pd., Ahli Gizi Eka Agina Pinem, S.Tr.Gz., serta PIC Mitra Yayasan Sumatera
Barokah Dua, Fadhal Muhammad Ihsan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi area
dapur, mulai dari alur pengolahan bahan makanan, proses produksi, penerapan
sanitasi, hingga kesiapan fasilitas pendukung. Peninjauan juga menjadi bagian
dari evaluasi terhadap kesesuaian operasional SPPG dengan pedoman teknis yang
telah ditetapkan.
Usai meninjau area dapur, M. Said Siregar mengapresiasi langkah pengelola
SPPG Kota Matsum IV yang terus melakukan peningkatan kinerja dan menjamin mutu
Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan setiap harinya dan konsentrasi
terhadap fasilitas dan operasional pelayanan.
Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan yang diterbitkan Badan Gizi
Nasional (BGN) menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Program MBG
berjalan secara optimal, khususnya dalam aspek keamanan pangan dan pemenuhan
kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Kami sudah meninjau langsung ke area dapur. Seluruh perangkat yang diatur
dalam Juknis 4.0.1 diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Terkait beberapa
catatan dan masukan penyempurnaan dari Badan Pengawas BGN, pihak pengelola
sudah mulai melakukan penyesuaian,” ujar Said.
Ia berharap berbagai pembenahan yang dilakukan dapat semakin memperkuat
kualitas pelaksanaan Program MBG, sehingga tujuan utama program dalam memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia, dapat tercapai.
Said juga menyampaikan pesan kepada Kepala SPPG, tenaga ahli gizi, dan
seluruh kru dapur agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan
dedikasi. Menurutnya, pekerjaan dalam penyediaan makanan bergizi bukan sekadar
aktivitas operasional, tetapi memiliki nilai sosial yang besar karena
menyangkut kesehatan dan masa depan generasi penerus.
“Bekerjalah dengan hati. Mengapa harus dengan hati? Karena makanan yang
diolah ini ditujukan untuk anak-anak kita, adik-adik kita, dan keluarga kita
sendiri. Jika disiapkan dengan ketulusan, asupan ini akan membawa berkah dan
manfaat maksimal bagi para penerima manfaat,” tuturnya.
Ia menilai pemenuhan gizi yang tepat sejak usia dini merupakan salah satu
fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu,
keberhasilan Program MBG membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak yang
terlibat, mulai dari pengelola SPPG, tenaga gizi, kru dapur, hingga pihak yang
mendukung proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Ini program mulia dan selaras dengan cita-cita negara yang terus
digaungkan Presiden Prabowo, yakni menyiapkan generasi penerus yang tangguh
menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Said.
Sementara itu, Kepala SPPG Kota Matsum IV, Metro Sitepu, S.Pd., menyambut
baik peninjauan dan evaluasi yang dilakukan LMP MBG. Ia mengatakan setiap
masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanan dan operasional SPPG.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari LMP MBG.
Masukan yang disampaikan menjadi catatan penting agar kami bisa meningkatkan
kinerja, produktivitas, sekaligus menjamin mutu makanan,” kata Metro.
Ia menegaskan pihak SPPG Kota Matsum IV berkomitmen melakukan perbaikan
secara berkelanjutan, khususnya dalam menjaga standar keamanan pangan dan
kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Semoga SPPG Kota Matsum IV terus berkembang dan memastikan program ini
berjalan lancar tanpa kendala hingga ke tangan para penerima manfaat,”
pungkasnya. (Team/Red)

