![]() |
| Ratusan Nelayan Tolak kenaikan Solar Bersubsidi untuk Nelayan |
StatusRAKYAT.com,Indramayu - Gerakan Nelayan Pantura (GNP) Kabupaten Indramayu menggelar aksi mimbar bebas sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga solar bersubsidi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut diikuti ratusan nelayan dan aktivis pesisir yang menyampaikan aspirasi secara terbuka. Dalam orasinya, para peserta menilai kebijakan kenaikan BBM, khususnya solar bersubsidi, akan berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya operasional melaut.
Ketua GNP, Kajidin, menegaskan bahwa kondisi nelayan saat ini sudah cukup tertekan. “Jika solar naik, kami tidak bisa melaut. Biaya terlalu tinggi, sementara hasil tangkapan tidak menentu,” ujarnya.
Menurut para nelayan, mahalnya BBM non-subsidi serta sulitnya akses bahan bakar bagi kapal berukuran besar sudah menjadi persoalan utama. Jika harga solar bersubsidi ikut naik, mereka khawatir semakin banyak kapal yang terpaksa berhenti beroperasi.
Kondisi tersebut mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong yang kini dipenuhi kapal-kapal yang tidak melaut akibat tingginya biaya operasional.
Selain berdampak pada aktivitas melaut, GNP juga menyoroti potensi dampak sosial yang lebih luas, seperti meningkatnya pengangguran di wilayah pesisir, menurunnya pendapatan nelayan, serta melemahnya perekonomian daerah.
Dalam aksi tersebut, GNP menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:
1. Menolak kenaikan harga solar bersubsidi bagi nelayan
2. Menjamin ketersediaan BBM dengan harga terjangkau.
3. Memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha perikanan tangkap.
Aksi mimbar bebas berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan. Para peserta berharap pemerintah dapat segera merespons aspirasi nelayan dan tidak mengeluarkan kebijakan yang dinilai semakin memberatkan kehidupan masyarakat pesisir. (Janh)


